
Ceritanya waktu itu aku sedang belanja di pasar desa. Kusaksikan dan kudengar seorang nenek penjual nasi menawar harga sayur bayam yang ditawarkan oleh ibu-ibu tua sang penjual sayur bayam. tawaran dari 700 rupiah menjadi 500 rupiah. Tawaran yang memakan waktu cukup lama dengan berbagai argumen dari masing-masing pihak untuk sebuah uang 200 rupiah. Begitu berharga uang 200 rupiah buat mereka. 200 rupiah pasti sama sekali tak berharga di mata mereka yang bermobil mewah atau di mata para pejabat. Sebuah kesenjangan sosial yang begitu jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar