Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.
Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)
Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.
Kamis, 10 Februari 2011
Teman Adalah....
Teman adalah... Yang setia mendampingi kita kala kita terjatuh Teman adalah... Yang selalu berusaha hadirkan keceriaan kala kita dirundung duka Teman adalah... Yang berusaha tenangkan kita kala kita berada dalam ketakutan Teman adalah ... Yang memahami dan menerima kita apa adanya Teman adalah.... Yang selalu mensuport kita untuk menjadi lebih baik Teman adalah... Yang menyayangi kita dengan tulus ikhlas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar