Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.
Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)
Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.
Sabtu, 12 Maret 2011
Duhai Pendampingku
by edCoustic
Di hatimu tersimpan cinta yang suci Terbangun dalam pernikahan dari beda dunia Meski kau terbiasa hidup tanpa perih Namun kau ikhlas hidup bersahaja Namun bahagia
Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku Buat aku makin cinta Tetapkan selalu janji awal kita bersatu Bahagia sampai ke surga
Maafkan aku jika tak bisa sempurna Karena ku bukan lelaki yang turun dari surga Ketulusan hatimu anugerah hidupku Doakan langkah kita tak berpisah Untuk selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar