AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Sabtu, 06 Mei 2017

Merenung Sejenak...............

Pernahkah nita bertanya?
Mengapa kita ada di dunia ini?
Untuk apa kita diciptakan di dunia ini?
Apa yang harus kita lakukan di dunia ini?
Kemana kita setelah ajal menjemput?
Jasad ini hancur
Lantas kemana perginya ruh?
Mengapa kita mendiami jasad ini?
Mengapa jasad mati setelah jantung berhenti berdetak dan darah tiada mengalir?
Apakah ruh berkaitan erat dengan jantung dan darah?

Kudengar ada kehidupan lain setelah kehidupan dunia.
Dan kudengar ada alam akhirat, tempat manusia menerima balasan atas perbuatannya di dunia.
Aku percaya itu ..................

Anehnya..... di usiaku yang semakin menua, aku masih saja lalai
Tak segera beranjak menghadap-Mu, meskipun panggilan-Mu telah kudengar
Aku lebih mementingkan urusan duniaku dan rasa malasku.
Aku terus dan terus terlena dengan keindahan dunia yang fana.
Hingga aku tak menyempatkan waktu untuk membaca kalam-Mu.
Aku terhanyut dalam kemalasan dan kenikmatan dunia, hingga tak menghadap-Mu di malam-malamku.
Aku lalai dan selalu lalai tak mengingat-Mu.
Aku sungguh hina di hadapan-Mu, namun kasih sayang dan rahmat-Mu selalu mengalir di setiap detikku.....
Ampuni hamba yaa Robbb.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar