AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Minggu, 11 Januari 2009

Dunia Binatang


Ketika dunia rusak
Dan penghuninya berantakan
Anak-anak melawan
Remaja berontak
Orang tua kurang ajar
Guru-guru tak beradab
Pemimpin menjadi perampok
Sekolah menjadi tempat cari uang
Ulama menjadi pekerjaan tuk dapat honor
Kriminal menjalar
Pamer aurat dimana-mana
Kebenaran disalahkan
Kesalahan dibenarkan
Bukan kebenaran jadi dasar
Tapi pembenaran digembor-gemborkan
Maling teriak maling
Teroris teriak teroris
Yang kuat dialah pemenang
Nafsu menjadi raja
Dunia apa ini?
Binatang pun jauh lebih terhormat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar