AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Kamis, 03 Februari 2011

“Black List” 8 Pejabat Iran: Indikasi kemungkinan besar elit (Zionis) Amerika terlibat dalam 11 September 2001

Beberapa hari setelah usulan Ahmadinejad disampaikan dalam sidang tahunan Persyarikatan Bangsa-Bangsa berlalu, elit politik Amerika yang dikuasai Zionis, mencoba untuk menutupi dan membalikkan layar opini dunia, dengan cara mengungkap perilaku elit politik Iran beberapa tahun yang lalu. Ada sekitar delapan pejabat Iran yang disikapi secara keras sepihak oleh kebijakan unilateral elit zionis Amerika, dengan dikeluarkannya keputusan ilegal pemerintah AS berupa penjatuhan sanksi terhadap delapan orang yang masuk dalam daftar hitam pemerintah AS diantaranya adalah pemimpin Garda Revolusi Iran, jaksa penuntut umum, para menteri Iran, pejabat intelijen dan pejabat kepolisian Iran.

Kebijakan lintas negara ini sudah memberi sinyal jelas dan seterang-terangnya, kemungkinan keterlibatan elit zionis Amerika dalam peristiwa 11 September 2001, yang tempo hari disampaikan usulan pembentukan Tim Pencairi Fakta PBB atas kejadian tersebut oleh Ahmadinejad. Keputusan sepihak pemerintah Amerika ini benar-benar menunjukkan sikap berlindung di balik pelanggaran beberapa pejabat Iran.

Siapapun, dengan sedikit teliti, pasti bisa menerka ke manakah arah kebijakan pemerintah zionis Amerika ini. Mereka terbukti ada kemungkinan hendak menghindari dari tanggungjawab baik hukum dan moral terhadap serangan 11 September 2001.

Dengan jawaban ini maka dunia seharusnya memahami posisi beberapa (tidak seluruhnya) elit zionis Amerika pada insiden memilukan ini.

Harapannya, dengan kondisi ini, dunia hendak dipertontonkan sebuah “pelanggaran HAM berat” juga yang dilakukan oleh beberapa pejabat Iran terhadap rakyatnya sendiri, dibentuk seolah-olah menyerupai kekejaman beberapa elit (zionis) Amerika terhadap rakyat Amerika dalam insiden 11/9. Jika Ahmadinejad dan beberapa negara (tercatat ada hampir 160 negara yang tidak beraksi walk out dalam sidang tahunan PBB tahun 2010 pada saat pidato Ahmadinejad) berupaya agar rezim zionis Amerika diusut atas kemungkinan besar keterlibatannya dalam insiden 11/9, maka Amerika memiliki cara lebih jitu untuk berupaya memecah belahy rakyat Iran dengan pejabat Iran, dengan mengadu-domba dan mengungkit sedikit “kebobrokan” pejabat Iran tersebut.

Beberapa hal yang memberi kekhawatiran bagi beberapa pejabat (zionis) Amerika adalah bahwa ternyata, dibandingkan dengan jumlah negara yang walk out dalam sidang tahunan bulan kemarin di New York, ternyata jauh lebih banyak negara yang dengan serius dan tenang menyimak pidaro Ahmadinejad tersebut. Ini tamparan bagi pemerintah Amerika, karena artinya bahwa masyarakat internasional mengamini dan membenarkan usulan Ahmadinejad tersebut.

Kondisi ini begitu serius dan benar-benar sebuah pertaruhan masa depan dan kredibilitas para elit (zionis) Amerika di mata rakyat Amerika sendiri. Jika sampai ada gerakan dari dalam negeri Amerika sendiri, apalagi gerakan ekstrim menuntut pengusutan lanjut dan serius melibatkan Tim Pencari Fakta bentukan PBB, maka ini akan menjadi boomerang dan benteng pertahanan terakhir kelanjutan kekuasaan tangan zionis di Amerika. Wacana pembentukan Tim Pencari Fakta PBB yang diusulkan Ahmadinejad harus dilawan dengan sikap “berperang” dan mematikan juga bagi beberapa pejabat Iran, yang memang ada yang bersikap keras untuk meredam beberapa kerusuhan di Iran.

Sikap frontal yang mengandung pamer kekuatan perang, harus ditunjukkan kepada masyarakat internasional yang sudah dengan setia mendengarkan pidato Ahmadinejad. Maka lahirlah “resolusi” baru yang menembak sasaran delapan pejabat Iran.

Zionis Amerika hendak membangun benteng perlindungan bagi beberapa elit politik yang ada kemungkinan besar terlibat dalam insiden 11/9, yang menewaskan sekitar 3000 orang..

http://suaramuhibbuddin.wordpress.com/2010/10/01/%E2%80%9Cblack-list%E2%80%9D-8-pejabat-iran-indikasi-kemungkinan-besar-elit-zionis-amerika-terlibat-dalam-11-september-2001/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar