AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Minggu, 11 Juli 2010

Senin, 11 Juli 2010



Tadi juga baca opini di Republika tentang tanggapan atas permintaan maaf Luna Maya dan Cut Tari terkait kasus mereka yang mungkin menguntungkan para koruptor juga, karena booming berita kasus korupsi jadi terkalahkan.

Ya, inilah potret hukum Indonesia yang tidak tegas. Mungkinkah perbuatan zina sudah merupakan suatu hal yang biasa di mata hukum Indonesia? Mungkinkah kasus ini akan berlalu dan lewat terlupakan begitu saja sama halnya dengan kasus-kasus lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar