AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Kamis, 21 Mei 2009

Hati Kasar Lelaki

by Aden juga

Apa kabar adikku sayang
Semoga kabar baik selalu membayang
Jawaban darimu kan buatku tenang
Kau adik manisku
Biarkan aku jelaskan
Biarkan aku terangkan
Biarkan aku pahamkan
Wanita itu mulia
Wanita mahal harganya
Dan tak bisa ditukar dunia
Atau diperlakukan seenaknya saja
Wanita itu mulia -menurutku-
Tak boleh dilihat
Tak boleh disentuh
Tak bileh dirasa
Sebelum halal semuanya
Kau adik manisku
Biarkan aku bicara
Biarkan aku berkata
Dengan pikirku
Dengan lisanku
Dengan hatiku
Kuingin kau selalu menjaga
Setiap mili lembut kulitmu
Setiap lekuk indah tubuhmu
Seluruh perhiasan-perhiasan mahalmu -lahir batin-
Untuk suamimu kelak
Untuk teman hidupmu
Untuk pemimpin bahtera
Dan bapak bagi anak-anakmu kelak
Bukan untukku
Tapi untuk suamimu
"Walaupun aku juga siap
untuk jadi suamimu"
Semoga Tuhan memaafkan aku
kalau selalu ingin berdekatan di sampingmu
Semoga Tuhan memaafkan aku
Kalau merasa tenang memamdang wajahmu
Tuhan
Jauhkan kami dari zina
Mata kami
Lisan kami
Mulut kami
Hati kami
tangan kami
Semua anggota tubuh kami
Tuhan
Jagalah adik
Seluruhnya
Dari siapa saja
Dan apa saja
Yang berbahaya
Seperti kau menjagaku

Kau adik manisku
Kalau nanti aku lupa
Tonjok
Tendang saja tak mengapa
Biar sadar
Biar tak liar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar