AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Senin, 03 Agustus 2009

Hadiah dalam Jajanan

Saat ini hampir di setiap jajan atau snack yang dijual untuk anak-anak menjanjikan hadiah di dalamnya. Baik hadiah berupa barang maupun uang yang secara langsung ada di dalam bungkus snack, ataupun berupa kartu kecil yang harus digosok terlebih dahulu untuk mengetahui apakah si pembeli mendapatkan hadiah atau kurang beruntung. Pastinya putra-putri kita sangat senang jika beruntung dan mendapatkan hadiah, entah itu 500 rupiah, 1.000 atau bahkan ada yang mendapat 10.000 rupiah. Anak-anak bisa jadi akan ketagihan dan terus ingin berpetualang mendapat hadiah dengan sistem keberuntungan. Dan ini bisa menjadi salah satu trik para podusen makanan ringan agar hasil produksinya laku di pasaran.

Jika dilihat sekilas, untuk ukuran orang dewasa mungkin ini merupakan hal yang sepeleh. Namun, untuk ukuran anak kecil, secara tidak langsung hal itu sama saja dengan mengajarkan dan membiasakan putra-putri kita praktek berjudi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar