AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Minggu, 09 Agustus 2009

Hegemoni Barat Menjajah Kita

Hegemoni barat benar-benar telah berhasil menjajah umat muslim. Serangan-serangan itu begitu gencar diluncurkan melalui media-media massa. Tengok saja program-program yang ditawarkan oleh stasiun televisi. Semuanya bernuansa barat yang menyuguhkan pola hidup matrialis, dan hedonis. Semua mengejar materi. Mulai dari sinetron, musik, telenovela, film-film barat, iklan-iklan dll. Semua menampilkan gaya hidup dan budaya barat yang jauh dari nilai-nilai islam. Parahnya, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim menikmati suguhan-suguhan tersebut, bahkan banyak yang mengikuti gaya hidup tersebut.

Baik sinetron, iklan maupun acara-acara lainnya yang ditayangkan di televisi tidak hanya menyuguhkan cerita ataupun promosi produk saja, namun di dalamnya menawarkan budaya, gaya hidup, busana, dan cara berpikir yang matrialis. Mengejar kesenangan dunia semata. Semua berkiblat pada barat. yang tidak mengangguk kepada barat, dicap sebagai "kampungan", "kolot", "tradisional" dll.

Ada satu dua acara yang menyuguhkan nilai dan khazanah Islam. Namun sayang sekali, acara tersebut lebih banyak menampilkan hal-hal yang bersifat mistis, ghaib, dan angker. Seakan memberi kesan bahwa islam penuh dengan hal-hal yang mistis dan menyeramkan. Padahal, hakekatnya bukanlah seperti itu.

Sebenarnya masih banyak sekali khazanah Islam yang bisa ditampilkan. Mengapa tidak ada pemilik stasiun televisi yang mencoba menampilkan ilmu pengetahuan Islam, baik tentang tokoh-tokoh dan ilmuan-ilmuan Islam dalam sejarah? Atau acara pengajaran mambaca Al-Qur'an, bahasa Arab, Balaghah, membahas nilai seni dan makna dalam Al-Qur'an, indah bentuk muamalah dalam Islam, falsafah-falsafah Islam, atau bisa juga mengungkap keagungan makhluk-makhluk di alam semesta, dll. Mungkin mereka takut tidak mendapatkan sponsorship, karena .... tujuan utama mereka hanyalah untuk uang dan "berapa besar keuntungan yang saya dapat?", tanpa memikirkan dampaknya bagi para generasi penerus bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar