AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Minggu, 09 Agustus 2009

Money Politik

Pemilu
Para penguasa promosikan diri
Tebar pesona dengan iming-iming janji tak pasti
Sebarkan bayaran
"Berapa anda memberi saya?", kata rakyat
Kepercayaan itu telah punah
Money politik berkuasa

Penguasa pun terpilih
Dan ia tak lagi pikirkan rakyat
"Anda sudah saya bayar ketika kampanye,
sekarang tidak perlu menuntut-nuntut saya,
karena saya sudah hilang banyak uang.
Sekarang giliran saya untuk mengembalikan modal." Ucap penguasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar