AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Rabu, 21 Oktober 2009

Pernahkah Engkau Bertanya Mengapa?

Mengapa Yahudi boleh memelihara janggut
Menjalankan ritualnya dan mendapatkan kelonggaran untuk kebebasannya
Tetapi ketika muslim melakukan hal yang sama,
Dia dicap sebagai ekstrimis dan teroris?

Mengapa seorang biarawati boleh menutup dirinya
Dari kepala hingga kaki dan dia dihormati karena melayani Tuhannya
Tetapi ketika muslimah melakukan hal yang sama
Dia dipinggirkan dan dibenci?

Mengapa ketika seorang wanita Barat
Memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga,

Dikutip dari buku The Inspiring Words
Dia dihormati karena mengorbankan dirinya demi keluarga
Tetapi ketika muslimah melakukannya,
Mereka berkata, "Dia perlu diperjuangkan hak dan kebebasannya?"

Mengapa setiap perempuan boleh memasuki universitas dengan mengenakan apa saja yang dia mau
Tetapi ketika muslimah berhijab, mereka menghalanginya?

Mengapa ketika seorang anak berdedikasi kepada sesuatu yang disukainya,
Dia dianggap sangat potensial
Tetapi ketika dia berdedikasi kepada Islam
Dia dianggap tidak berguna?

Mengapa ketika penganut Kristiani da Yahudi membunuh seseorang,
Agamanya sama sekali tidak dipersoalkan
Tetapi ketika muslim melakukannya,
Mereka berkata Islamlah dalangnya?

Mengapa ketika masalah timbul,
Islam telah menjawabnya dengan benar,
Tetapi kita semua menolak kebenaran itu?

Mengapa seseorang yang mengendarai sebuah mobil
Dan dia melanggar semua peraturan lalulintas
Maka orang akan menyalahkan si pengemudi
Bukan mobil yang dikendarainya
Tetapi ketika seorang muslim melakukan kesalahan,
Maka orang akan berkata, "Islamlah penyebabnya"
Tanpa melihat tradisi Islam.

Mengapa masyarakat lebih mudah percaya kepada surat kabar,
Dibandingkan dengan Al-Qur'an?

Pernahkah terlintas untuk bertanya "MENGAPA?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar