AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Selasa, 13 Oktober 2009

Sinetron "Muslimah" Indosiar: Berlabel Islam tapi Merusak Islam

MUAK, muak, muak tolong hentikan acara ini, 90% acara ini adalah kekerasan, saya curiga sinetron ini di buat oleh orang-orang anti Islam, yang ingin menjelek2an citra islam, bahwa islam itu kejam jahat, acara ini sangat SARA, acara ramadhan tidak pernah selama ini. tapi ini kok masih tayang, periksa siapa di balik acara ini. tolong hentikan!


berikut beberapa data para penonton yang berkomentar tentang rusaknya sinetron muslimah indosiar

sinetron muslimah yang awalnya tayang sebagai sinetron ramadhan yang diharapkan sarat akan pesan moral sekarang ini malah menjadi semakin memojokkan nilai-nilai kemanusiaan dan mendiskreditkan islam secara berlebihan.dimana nilai-nilai islamnya, jika ynag ditampilkan hanyalah bayi bermata tiga dan perlakuan kasar terhadapnya,umpatan dan makian yang kadang terlontar dalam doa para tokohnya,pelecehan terhadap TKW di Arab Saudi yang digambarkan sebagai penggoda walaupun bukan peran utama. kesemuanya yang saya sebutkan diatas adalah alasan mengapa saya disini sebagai pemirsa televisi,mengharap KPI menghentikan sinetron tersebut,karena pesan-pesannya yang tidak lagi bermuatan kemanusiaan dan keislaman.trimakasih – susi, Jawa Barat

Itu sinetron kok kacangan banget, murahan banget dantidakmasuk akal banget ..kasarnyabo’ong bangets..bahasa ilmiahnya, tidak mendidikbanget, alias kagak ada mutunya.. Coba pake logika, mana ada orang apalagi pakai label Muslimah yang dizholimi berulang kali hanya menerima perlakuan itu tanpa ada upaya pembelaan diri, atau kalaupun ada upaya sifatnya setengah-setengah. Sebentar-sebentar tokoh Muslimah mengucapkan Istighfar, mengingatkan kepada tokoh Naysila yang dzholimi untuk bertaubat karena ada azab Allah. Mengingatkan akan dosa itu bagus, tapi menerima kezholiman rasanya tidak ada dalam kamus ISLAM.

Masih banyak lagi adegan penuh ketololan yang dipertontonkan oleh sinetron ini. Muak saya melihatnya, sekalinya ada sinetron dengan style perempuan berkerudung, eh gambarannya jadi ‘Perempuan Dungu’. Di dunia nyata, Muslimah sejati berlomba-lomba menjadi pribadi yang kuat, istiqomah dan cerdas. Sinetron kita kenapa ya selalu berada di era ‘Kegelapan’? Menurut kamu? brilliantchallenge

Sebagian besar penonton sinetron ini adalah para ibu-ibu dengan pendidikan yang rendah. Kemampuan mereka untuk memilih content yang mendidik sangat rendah. Dikhwatirkan mereka akan menerima dan menelan begitu saja isi tayangan tersebut dengan tanpa adanya filter yang baik. indonesianvoices

Bukan maksudku menjelek-jelekin sinetron berjudul MUSLIMAH yang disiarkan stasiun Indosiar setiap lepas Maghrib ini, hanya saja, sebagai seorang muslim aku keberatan dengan pewbawaan karakter orang-orang Arabnya itu, keras dan sadis. Sinetron ini seakan-akan ingin menunjukkan padaku kalo orang Arab itu barbaris, galak, tukang aniaya serta tidak hormat sama wanita. Aku percaya, imej Arab akan smakin buruk jika semua orang nonton sinetron ini. dedesudiyanto

Pada akhirnya entah karena apa dan mungkin ada pesanan darimana, sinetron tersebut terus menyelipakn pesan yang menjelekan islam pada umumnya dengan menggunakan orang arab sebagai orang yang tidak berprikemanusian. Wallahu’alam semoga kita umat islam semakin cerdas dalam menyikapi sebuah informasi yang diselipakan melalui tayangan Sinetron yang ingin merusak aqidah dan agama kita Amin.



http://barisanjihad.wordpress.com/2009/03/04/sinetron-muslimah-indosiar-berlabel-islam-tapi-merusak-islam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar