AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Jumat, 03 Juli 2009

Budaya Kita

Disadari maupun tidak, diakui ataupun tidak, budaya Islam semakin menjauh dari umatnya. Tengok saja di sekitar kita. sangat langka untuk menemukan sosok muslimah yang berbusana Islami seperti yang disyariatkan Sang Pembuat Peraturan. Kalaupun ada yang memakai jilbab, tapiii pakaiannyaa... wuiiiih sexy bo! Bukan seperti aturan berpakaian yang ditetapkan syariat islam. Mengapa aturan menutup aturan secara kaffah menjadi asing bagi para muslimah? Apakah mereka belum tahu kalau hukum menutup aurat itu wajib? Apakah mereka juga belum tahu batasan aurat menurut aturan Allah? Atau... jangan-jangan mereka belum tahu apa itu aurat?

Ditambah lagi televisi dan media-media massa yang begitu gencar menggembor-gemborkan fashion-fashion yang semakin kekurangan kain. Penuh dengan open house dan pamer aurat. Dan parahnya mayoritas umat yang mengaku muslimah dengan enjoy menerima tren-tren tersebut tanpa filter sedikitpun, seakan sudah mendarah daging dan tidak asing lagi dalam dirinya. Bahkan ada yang menganggap "yang tidak mengikuti mode-mode tersebut yaa kampungan". Hmmmmmm........

Banyak sekali tren-tren yang seakan-akan bernuansa Islam, padahal hakikatnya sama sekali ga Islami. Seperti model jilbab yang diikat mencekik leher, ngepres banget sampai ga menutup dada. Atauuu model baju yang menutup sih sebenernya cuman...... membentuk. Waduh sexy bangeee.....t! Sama ja boong dong! dan masih banyak lagi tren-tren yang melenceng dari busana standar Islam yang kaffah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar