AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Jumat, 24 Juli 2009

Jawaban Terhadap Materialisme


Menurut Materialisme, "Alam tercipta oleh persenyawaan atom-atom utama satu dengan yang lain, dan dunia seisinya hanyalah akibat dari pertemuan aneka partikel secara acak. Materi pertama atau hyle dalam alam ini tercipta oleh akibat dari proses-proses luapan gas sebagai berikut: Pada mulanya gas-gas tersebut menyebar dengan tingkat volume yang meningkat kemudian berputar acak secara kebetulan sehingga menghasilkan barisan-barisan yang teratur pada makhluk angkasa langit yang akhirnya berangkat dari kejadian tersebut kita mendapatkan kehidupan ini sebagai bentuk yang ada saat ini."

Kaum materialis bersandar pada hipotesa dentuman wujud materi awal. Hipotesa tersebut dibantah oleh salah seorang ilmuwan teis, Prof. Edwin Konklein, beliau berkata, Hipotesa ini tidaklah berbeda dengan ucapan kita sebagai berikut, "Telah tercetak kamus bahasa yang tebal dan lengkap diterbitkan oleh penerbit, akibat dari sebuah ledakkan."

Pendapat sebagian ilmuwan

Cloudm Hezawe, programer elektronik,
"Beberapa tahun silam saya diminta untuk merancang dan merakit sebuah alat hitung semacam kalkulator elektronik yang dapat memberi solusi terhadap hitungan-hitungan Matematik dan rumus-rumus dengan dua dimensi. Demi untuk merealisasikannya saya memerlukan ratusan peralatan dan beberapa mekanis elektro. Dan dari usaha ini, terciptalah sebuah alat elektronik mini (chips) komputer yang mulai diaktifkan pada sebuah ruangan kecil milik komite diskusi sebuah maskapai nasional di kota Langie Field."

"Setelah melewati berbagai kendala dan dengan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk membuat hasil karya ini berhasil, meski saya hanya berusaha menciptakan sebuah hardware ringan, rasanya sulit bagiku untuk mmenerima pendapat bahwa alat tersebut dapat terwujud dengan sendirinya tanpa perancang dan pembuat."

"Dalam alam ini terdapat berbagai macam sarana, dari satu sisi, alat tersebut independen, namun disisi lain ia akan berinteraksi dengan yang lain, dimana setiap alat alamiah itu jauh lebih canggih dari mini komputer yang saya ciptakan. Bila kita mengharuskan adanya sang perancang bagi mini komputer yang telah kuciptakan, maka bagaimana kita bisa menghilangkan keharusan sang pencipta pada alam semesta yang terdapat di dalamnya wujud-wwujud biologis, aktivitas-aktivitas fisika dan interaksi-interaksi kimia. Maka sudah barang tentu dibutuhkan perancang yang arif dan bijaksana bagi pencipta alam di mana aku merupakan bagian kecil dari alam ini."

Euel Clarns E: Seorang pakar di bidang atom, biologi dan newtron, menuturkan dalam sebuah cerita riwayat hidupnya: "Dahulu aku percaya bahwa kelak di masa mendatang ilmu pengetahuan dan sains akan dapat menyingkap segala sesuatu wujud dalam alam ini. Akan tetapi, setiap kemajuan penelitian dan riset yang saya lakukan, dengan mensurvei berbagai macam wujud yang berawal dari atom, planet-planet, mikro bakteri hingga pada wujud diri manusia sekalipun, aku merasa yakin bahwa terdapat banyak hal di alam semesta ini yang masih merupakan misteri alam bagi manusia. Memang para ilmuwan mampu mempelajari kualitas maupun kuantitas berbagai objek dan zat yang ada, namun perlu diingat bahwa mereka tidak akan dapat menjelaskan mengapa zat itu ada? Apa sebab bagi keberadaannya? Mengapa ia memiliki ciri-ciri dan kriteria tertentu yang khusus padanya? dan seterusnya.........."

Diambil dari buku Sang Pencipta Menurut Sains & Filsafat, karya Ja'far Subhani


Tidak ada komentar:

Posting Komentar