AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Rabu, 29 Juli 2009

Do'a Untuk Petani

Pagi siang kukayuh sepeda
Untuk sebuah amanat dan kepercayaan
Semangat
Senyum
Tegas?
Yups
Kumulai dengan semua itu

Dan siang ini pun masih kukayuh sepedaku
Melawan terik mentari
Sempat kulihat para petani
Mereka pun mengayuh sepeda

Subhanallah
Untuk sebuah kehidupan...............
Selamat bekerja Pak dan Bu tani
Semoga membawa berkah
Berkah dunia dan nanti

Kalo gini jadi inget rumah..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar