AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Kamis, 23 Juli 2009

Janji


Mana bidadari yang dulu
Bidadari polos
Lugu
Teguh
Tak goyah oleh nafsu
Bidadari yang ...... ah susah menjelaskan

Kini ia bukan bidadari lagi
Ia hamburkan waktu tanpa tujuan pasti
Ia lalai arti penting perjuangan yang belum berakhir
Ia lengah

Ah, siapa bilang?
Sekarang ia akan mulai lagi
Kembali seperti dulu
Bidadari yang teguh
Disiplin
Tak mengenal dunia itu
Ia akan buang semuanya
Menjadi bidadari yang dulu

Janji........

Terlalu banyak detik terbuang
Sekarang tak akan lagi
This is the last time
I promise to my self

Tidak ada komentar:

Posting Komentar