AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Senin, 13 Juli 2009

Hari Pertama di Sekolah

Hari pertama masuk kelas. Full dari jam tujuh sampai jam sebelas. Hari selanjutnya........sampai jam dua so pasti. Melelahkan? pasti..... Namun coba nikmati ja. Hiburanlah sama anak-anak kecil. Polos...... banget.
Tadi ada peristiwa lucu waktu upacara pembukaan tahun ajaran baru. Ketika itu anak-anak sedang berbaris di lapangan sekolah. Mereka khusunya anak-anak kelas satu seluruhnya masih membawa tas di punggungnya sambil memegang tas sendal. Namanya posisi siap, so pasti ga boleh megang apa-apalah. Ketika ada perintah agar tas sendalnya ditaru di atas tanah, semuanya tunduk dan patuh. Ga ada yang memegang tas sandal. Semuanya ditaruh. Lucunya ada anak yang mengeluarkan tas sandalnya dari dalam tas di punggungnya lalu menaruhnya di lantai. Hmm......... Anak-anak..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar