AHLAN WA SAHLAN

Puisi adalah jiwa. Luapan perasaan. Dalam puisi ada cinta, nostalgia, ideologi, dan rasa syukur.


Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)

Pernah frustasi gara-gara karyamu gak pernah diterima? Nasiiib... nasiiib. Kalo iya, berarti kamu senasib dong ma aku. Asiiik ada temen senasib nih! Ceritanya aku lagi frustasi nih lianna (kan biasanya pake coz, sekarang ganti lianna ja biar lebih..... apa ya? lebih bernuansa kearaban gitu deh! Biar ga English mulu!) puisiku ga diterima di majalah yang pernah kukirim, akhirnya bikin blog sendiri ja deeeh. Yaah, nikmati sendirilah.

Kamis, 31 Desember 2009

DEADLY MIST


Kemaren baca buku DEADLY MIST. Buku yang mengungkapkan kejahatan pemerintah Amerika dalam menguasai dunia. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan pembunuhan bahkan pembantaian manusia lewat virus dan penyakit. Mereka menyebarkan racun-racun dalam makanan, pasta gigi dan lain-lain. Juga menyebarkan virus-virus mematikan. Anehnya mereka menyebarkan racun, dan virus tersebut kepada penduduk Amerika Serikat juga. Bahkan kepada para tentara Amerika Serikat sendiri. Buktinya? Baca sendiri bukunya, kau akan tahu. Namun hal tersebut tidak banyak disadari oleh mereka.

Pemerintah Amerika menciptakan virus dan menyebarkannya, lalu beberapa waktu kemudian mereka menjual obatnya. Benar-benar sebuah permainan dan kebohongan yang tak manusiawi. Tak lupa mereka membuat sebuah cerita rekayasa tentang si penyebar virus yang akhirnya ditemukan tewas. Dan media massa pun mengangguk. Yups, media massa bukan lagi sumber berita yang objektif. Namun media doktrin barat. Kok ada ya manusia kayak gtu? Semuanya penuh dengan Kapitalisme.

Parahnya lagi obat-obatan yang selama ini mereka produksi, memang hakikatnya bukan untuk menyembuhkan penyakit. Mereka sama sekali tidak ada niat yang tulus untuk menolong sesama manusia. Dalam setiap obat pasti mengandung efek samping yang tidak ringan yang secara berangsur-angsur dan pelan-pelan dapat menghancurkan sistem organ dan kekebalan dalam tubuh manusia. Sebuah praktek pembunuhan massal yang terselubung.

Kalau melihat dalam Islam, dalam Al-Qur'an dikatakan di antara yang bisa dijadikan obat adalah madu, dan habbatussauda (jintan hitam).

Kalau memang orang-orang barat berniat untuk menolong manusia, mengapa mereka tidak menggunakan madu dan habbatussauda sebagai obat? Mustahil orang-orang barat tidak mengetahui manfaat madu dan habbatussauda'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar